Khasiat Bandotan Obat Tradisional



Bandotan
Nama ilmiah : Ageratum conyzoides L.
Bandotan merupakan tanaman terna semusim yang berasal dari Amerika tropis, khususnya Brazil. Di Indonesia, bandotan dikenal sebagai tanaman liar atau gulma yang banyak ditemukan di ladang, kebun, perkarangan rumah, tanggul, tepi jalan, atau disekitar saluran air pada ketinggain 1-2.100 m dpl.
Ada banyak nama untuk menyebut bandotan misalnya, tombalo, siangik kahwa, kombak jomtan (sumatera), babandotan hejo, ki bau, wedosan, jukut bau (jawa).
Perlu diketahui tanaman ini mampu tumbuh subur dengan biji-biji yang mudah dibwa angin. Ia juga dikenal sebagai tumbuhan berbau tidak enak apabila daunnya telah layu dan membusuk.


Biji
Tanaman bandotan ini dapat diperbanyak dengan bijinya yang berbentuk bulat. Setiap biji memiliki bulu-bulu halus, permukaannya licin, dilindungi karangan bunga. Bijinya berwarna hitam dengan ukuran yang sangat kecil dan ringan.

Buah
Buah pada tanaman bandotan berwarna hitam dan mempunyai ukuran yang kecil. Walau begitu, ia termasuk buah yang keras dengan panjang buah berkisar 2 mm – 3,5 mm. bentuk buahnya adalah persegi lima yang runcing dan dilengkapi rambut sisik berwarna putih.
Bunga
Bunga pada tanaman bandotan terdiri dari kelompok bunga yang kecil yang berisi 60-70 individu. Warna bunganya putih keunguan dengan panjang bonggol bunganya berukuran 6-8 mm, sehingga membuat tanaman ini terlihat lebih cantik. Bunga-bunga dengan jenis kelamin yang sama, tiga atau berkumpul menjadi satu, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai.

Daun
Daun tumbuhan bandotan berwarna hijau. Helaian daunnya bulat telur, berujung runcing, sisi daunnya bertepi gerigi, dan tulang daunnya menyirip. Umumnya panjang daun bandotan berukuran 1-10 cm dan lebar 0,5-6 cm. Ia juga memiliki tekstur kasar bila diraba, karena kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak dibawah permukaan daun. Bentuk daunnya seperti lonceng, karena daun mahkotanya berbentuk tabung sempit. Selain itu, bandotan mempunyai ciri daun yang bertangkai, letak yang saling berhadapan dan bersilangan.

Batang
Tanaman ini memiliki tinggi sekitar 30-90 cm, tumbuh tegak, bagian bawahnya berbaring, dan bercabang. Ia juga mempunyai batang yang berbentuk bulat dan tegak. Pada bagian batangnya terdapat rambut-rambut halus berwarna hijau dan letaknya jarang. Ciri lainnya yaitu apabila batangnya menyentuh tanah, maka ia akan mengeluarkan akar.

Akar
Bandotan merupakan tumbuhan dikotil. Ia mempunyai akar tunggang dan banyak cabang. Bila diperhatikan, akarnya terlihat keluar dari pangkal batang yang tegak dan kadang-kadang terbaring. Akar pada bandotan mempunyai warna cokelat keputih-putihan dan juga tidak mempunyai tudung akar.

Kandungan
Tanaman bandotan mempunyai kandungan kimia seperti, asam amino, pectic, potassium clorida, sulfur, organacid, friedelin, stigmasterol, tanin, minya atsiri, dan coumariin. Selain itu akar bandotan mengandung kumarin dan alkaloid.

Khasiat
Bandotan memang dikenal sebagai tanaman pengganggu, namun ternyata ia mempunyai banyak khasiat dan dimanfaatkan dalam dunia kesehatan. Berikut ini adalah beberapa cara pembuatan ramuan dan pemakaian bandotan
1.      Sakit tenggorokan
Siapkan daun bandotan sekitar 30-60 gr, lalu cuci bersih. Tumbuk daun hingga halus, lalu peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu dalam air perasan secukupnya, aduk rata. Sebaiknya ramuan ini diminum 3 kali sehari.
2.      rematik dan bengkak karena keseleo
satu genggam daun dan batang bandotan yang masih muda, 1 kepal nasi basi, dan satu setengah sdt garam. Cuci daun dan batang bandotan tadi hingga bersih, lalu tumbuk bersama nasi dan garam sehingga menjadi adonan kental. Balurkan kebagian sendi yang sakit dan biarkan selama 1-2 jam. Sebaiknya, lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali sehari.

Pages

Google+ Followers